Tampilkan postingan dengan label pemrograman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pemrograman. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 04 Januari 2014

Konversi Bilangan Biner Desimal Oktal Hexadesimal

Komputer yang ada tidak mengenal bahasa manusia, mereka mengenal bahasa mesin. Komputer mengenal bahasa biner (bilangan biner), yaitu angka 1 dan 0. Angka 1 jika ada arus listrik yang mengalir, dan 0 jika tidak ada arus listrik yang mengalir. Oleh karena itu, agar manusia bisa berinteraksi dengan mesin diperlukan konversi bilangan. Berikut adalalah cara konversi bilangan biner, decimal, octal dan hexadecimal.

Berikut ini adalah langkah-langkah cara konversi bilangan.
Konversi bilangan biner ke decimal :
  1. Setiap angka/digit (bit) dari bilangan biner dikalikan dengan 2n dan kemudian dijumlahkan.
  2. Digit paling kanan dikalikan dengan 20 sebelah kirinya dikalikan 21 dan seterusnya sampai digit paling akhir, misalkan digit ke X maka dikalikan 2x-1.
  3. Hasil penjumlahan tersebut adalah bentuk decimal dari bilangan biner.
Konversi bilangan decimal ke hexadecimal :
  1. Bilangan decimal dibagi 16, sehingga mempunyai sisa 0 atau 1, dan seterusnya sampai 15.
  2. Hasil pembagian diatas dibagi terus sampai hasil pembagiannya adalah 0.
  3. Bilangan hexadecimal hasil konversi adalah sisa pembagian yang didapatkan dari perhitungan diatas dan ditulis dengan urutan nilai mulai dari terakhir yang didapatkan.
Konversi bilangan hexadecimal ke decimal :
  1. Setiap angka digit dari bialangan biner, dikalikan dengan 16ndan kemudian dijumlahkan.
  2. Digit/angka paling kanan dikalikan 160 sebelah kirrinya 161 dan seterusnya sampai digit paling kiri misalkan X maka dikalikan 16x-1.
  3. Hasil penjumlahan diatas adalah bentuk decimal dari bilangan hexadecimal semula.
Konversi bilangan decimal ke octal :
  1. Bilangan decimal dibagi dengan 8 sehingga mempunyai hasil 0 sampai 7.
  2. Hasil pembagian diatas dibagi terus sampai hasilnya 0.
  3. Bilangan octal hasil konbersi adalah hasil pembagian yang didapatkan dari perhitungan diatas yang ditulis dengan urutan nilai mulai dari nilai terakhir yang didapatkan.
Konversi bilangan octal ke decimal :
  1. Setiap angka dari bilangan octal dikalikan dengan 8n dan kemudian dijumlahkan.
  2. Digit paling kanan dikalikan 80 sebelah kirinya 81 dan seterusnya sampai digit yang  paling kiri misalkan digit ke X maka dikalikan 8x-1 .
  3. Hasil penjumlahan diatas adalah bentuk decimal dari bilangan octal semula.
Itulah cara konversi bilangan, semoga dapat bermanfaat. Jangan lupa untuk memberikan kritik saran maupun komentar agar Padi Komputer bisa memberikan yang terbaik untuk anda. Salam sukses selalu.


Jumat, 03 Januari 2014

Penjadwalan CPU dan Algoritma Penjadwalan

Padi Komputer-Senang sekali rasanya,akhirnya masalah pada blog saya yang terjadi beberapa hari lalu selesai, juga. Ok, pada kesempatan kali ini saya akan berbagi Informasi Tentang Penjadwalan CPU dan Algoritma Penjadwalan, langsung saja kita simak penjelasannya.

Penjadwalan CPU adalah suatu proses pengaturan atau penjadwalan proses - proses yang ada di dalam komputer. 
Merupakan suatu konsep dasar dari multiprogramming, karena dengan adanya penjadwalan dari CPU itu sendiri maka proses-proses tersebut akan mendapatkan alokasi resource dari CPU. Penjadwalan CPU sangat penting dalam menentukan performance sebuah komputer karena hal ini dapat mengatur alokasi resource dari CPU untuk menjalankan proses-proses di dalam komputer.Penjadwalan CPU adalah basis dari multi-programming sistem operasi. Pada saat proses dijalankan terjadi siklus eksekusi CPU dan menunggu I/O yang disebut dengan siklus CPU-I/O burst. Eksekusi proses dimulai dengan CPU burst dan dilanjutkan dengan I/O burst, diikuti CPU burst lain, kemudian I/O burst lain dan seterusnya.

Siklus I/O Burst

Algoritma Penjadwalan ada dua macam, yaitu :
  • Algoritma Preemptive : ini memungkinkan beberapa proses yg sedang  running, bisa  dihentikan sementara. Sangat  Cocok untuk System Operasi yang menerapkan multitasking, real time dan time sharing, contohnya :Windows XP, Linux, Unix, AmigaOS, MacOS X, dan Windows NT.
  • Algoritma Non-Preemptive : yaitu dimana proses-proses yg sedang running tidak bisa dihentikan sementara, dan harus running  terus sampai selesai. Hal ini bisa membahayakan sistem / proses lain, bila terjadi crash, maka System Operasi tidak akan berfungsi. System Operasi yang menggunakan penjadwalan ini adalah Microsoft Windows 3.1 dan Macintosh.

Itulah Penjadwalan CPU dan Algoritma Penjadwalan, semoga dapat bermanfaat dan jangan lupa untuk memberikat komentar, kritik maupun saran. Dan salam sukses selalu.